Template · Google Sheets

Template Laporan Setoran Kasir Harian (Excel & Google Sheets)

Template setoran kasir harian gratis untuk Excel dan Google Sheets: hitung uang laci per pecahan, cek selisih lebih atau kurang, dan catat setoran ke pemilik.

Template ini untuk pemilik toko, warung, atau kafe yang punya kasir dan ingin tahu tiap hari apakah uang di laci sama dengan hasil penjualan. Satu kali tutup kasir dicatat dalam satu baris: modal awal, penjualan tunai, uang masuk dan keluar dari laci, lalu uang yang benar-benar ada. Selisihnya muncul sendiri, jadi uang laci yang kurang ketahuan hari itu juga, saat kasirnya masih ingat kejadian di toko.

Apa yang Ada di Dalam

  • Sheet Tutup Kasir: satu baris per kasir per shift. Kolom isiannya modal awal laci, penjualan tunai dari struk atau aplikasi kasir, uang masuk tunai lain, pengeluaran dari laci, dan uang fisik yang dihitung. Uang seharusnya, selisih, status (Pas, Lebih, atau Kurang), total penjualan, dan modal laci besok terhitung otomatis. Selisih kurang tampil merah, selisih lebih tampil kuning. Rumus sudah disiapkan sampai 100 baris.
  • Penjualan QRIS dan transfer, e-wallet, atau kartu punya kolom sendiri. Uang ini tidak masuk laci, jadi tidak ikut dihitung sebagai uang seharusnya. Cocokkan angkanya dengan mutasi rekening atau dasbor penyedia pembayaran.
  • Sheet Hitung Uang Laci: bantuan untuk menghitung uang fisik per pecahan. Kamu mengetik jumlah lembar atau keping, subtotal dan total terhitung sendiri. Daftar pecahannya mengikuti uang rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia: kertas Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, Rp1.000, dan logam Rp1.000, Rp500, Rp200, Rp100.
  • Sheet Rekap Bulanan: isi bulan yang mau dilihat, lalu lihat per kasir jumlah shift tercatat, penjualan tunai, penjualan non-tunai, total selisih, dan berapa shift yang selisihnya kurang atau lebih. Muat 10 kasir.

Template sudah berisi 6 baris tutup kasir dengan dua kasir fiktif, Ani dan Budi. Semuanya ditandai CONTOH di kolom Catatan, dan angkanya karangan, jadi jangan dipakai sebagai patokan omzet.

Cara Pakai

  1. Klik Salin ke Google Sheets, masuk dengan akun Google, lalu pilih Buat salinan. Salinannya masuk ke Google Drive-mu dan langsung bisa kamu edit. Kalau lebih nyaman memakai Excel, buka salinanmu lalu pilih File → Download → Microsoft Excel (.xlsx).
  2. Hapus baris contoh di sheet Tutup Kasir, angka contoh di Hitung Uang Laci, dan nama kasir contoh di Rekap Bulanan.
  3. Saat buka kasir, isi tanggal, nama kasir, shift, dan modal awal laci. Sepanjang hari, catat uang masuk tunai lain dan pengeluaran dari laci, misalnya beli es batu atau bayar tukang parkir.
  4. Saat tutup kasir, hitung uang di laci lewat sheet Hitung Uang Laci. Isi tanggal, kasir, dan shift yang sama, ketik jumlah tiap pecahan, lalu salin Total Uang Fisik ke kolom Uang Fisik Dihitung di Tutup Kasir. Angkanya diketik, tidak ditautkan, karena sheet bantuan dipakai ulang tiap shift dan baris lama tidak boleh ikut berubah.
  5. Isi penjualan tunai dari laporan kasir, lalu penjualan QRIS dan non-tunai dari struk atau mutasi. Baca kolom Selisih dan Status. Kalau Kurang atau Lebih, tulis dugaan penyebabnya di Catatan.
  6. Isi uang yang disetor ke pemilik atau bank. Kolom Modal Laci Besok terhitung dari uang fisik dikurangi setoran, jadi bisa kamu cek apakah sama dengan modal yang kamu tetapkan.
  7. Awal bulan, buka Rekap Bulanan, ketik tanggal 1 bulan yang mau dilihat dan nama kasirnya.

Contoh Hitungan: Tutup Kasir Ani, 2 Oktober

Ani membuka laci dengan modal awal Rp500.000. Penjualan tunai hari itu Rp1.380.000, ada uang masuk tunai lain Rp50.000, dan pengeluaran dari laci Rp120.000. Uang seharusnya di laci Rp500.000 + Rp1.380.000 + Rp50.000 - Rp120.000 = Rp1.810.000.

Saat dihitung per pecahan, uang fisik di laci Rp1.795.000. Selisihnya -Rp15.000, status Kurang, dan sel tampil merah. Penjualan QRIS Rp510.000 dan transfer, e-wallet, atau kartu Rp90.000 tidak ikut dihitung di laci. Total penjualan hari itu Rp1.380.000 + Rp510.000 + Rp90.000 = Rp1.980.000. Dari laci, Rp1.295.000 disetor ke pemilik, jadi modal laci besok Rp500.000.

Di Rekap Bulanan untuk Oktober 2026 (data contoh), Ani tercatat 3 shift dengan penjualan tunai Rp3.730.000, non-tunai Rp1.715.000, total selisih -Rp15.000, dan 1 shift selisih kurang. Budi juga -Rp15.000: satu shift kurang Rp25.000 dan satu shift lebih Rp10.000. Total selisih kedua kasir -Rp30.000. Angka-angka ini fiktif.

Catatan Pemakaian

  • Selisih lebih juga perlu dicari sebabnya. Biasanya kembalian kurang atau ada penjualan yang belum dicatat.
  • Sampai 100 baris di sheet Tutup Kasir cukup untuk sekitar sebulan dengan dua shift sehari. Kalau penuh, buka salinan baru untuk bulan berikutnya, atau simpan salinan lama sebagai arsip.
  • Template ini untuk rekonsiliasi harian di laci. Untuk pembukuan bulanan dan laba, pakai template catat kas dan untung usaha, dan untuk menulis aturan kerja kasir, pakai template SOP UMKM.
  • Penjualan QRIS biasanya masuk ke rekening setelah dipotong biaya penyedia, jadi nominal di mutasi bisa lebih kecil dari yang dicatat kasir. Untuk memperkirakan potongannya, pakai kalkulator biaya MDR QRIS.
  • Pecahan uang yang dipakai di sheet hitung mengikuti daftar Bank Indonesia. Kalau di lacimu ada pecahan lain, misalnya logam lama, tambahkan barisnya sendiri di bawah daftar dan sesuaikan rumus total.
  • Satu shift, satu baris. Kalau kasir bergantian di tengah hari, hitung uang laci saat serah terima dan catat sebagai dua baris.