Template · Google Docs

Contoh Surat Lamaran Kerja (Word & Google Docs)

Contoh surat lamaran kerja siap salin di Google Docs: versi untuk perusahaan, versi untuk toko atau kafe, dan isi email atau WhatsApp pengirimnya.

Template ini berisi contoh surat lamaran kerja yang bisa kamu salin ke Google Docs, ganti datanya, lalu simpan sebagai Word (.docx) atau PDF. Ada dua versi surat dan satu naskah pesan untuk mengirimkannya. Semua bagian yang harus kamu ganti ditulis dalam [kurung siku].

Apa yang Ada di Dalam

  • Contoh A, lamaran umum: surat lamaran pekerjaan untuk kantor atau perusahaan, lengkap dengan lampiran, perihal, data diri, dan daftar berkas.
  • Contoh B, lamaran ke usaha kecil: surat yang lebih pendek untuk toko, kafe, atau online shop yang lowongannya kamu lihat di WhatsApp, Instagram, atau papan pengumuman di depan toko. Contohnya untuk posisi kasir atau admin.
  • Contoh C, pesan pengirim: isi email dan pesan WhatsApp untuk mengirim surat dan CV.

Format surat lamaran kerja tidak diatur satu aturan baku. Susunan di file ini adalah susunan yang umum dipakai, jadi kalau iklan lowongan meminta urutan atau berkas tertentu, ikuti permintaan iklannya lebih dulu.

Cara Pakai

  1. Klik Salin ke Google Docs, masuk dengan akun Google, lalu pilih Buat salinan. Salinannya masuk ke Google Drive-mu dan bisa langsung kamu edit.
  2. Pilih contoh yang sesuai dengan tempat yang kamu lamar, lalu hapus contoh lainnya.
  3. Ganti semua teks dalam [kurung siku]. Cari tanda [ di dokumen supaya tidak ada yang tertinggal.
  4. Baca ulang satu kali, terutama nama perusahaan, nama posisi, dan nomor teleponmu.
  5. Pilih File, Download, lalu Microsoft Word (.docx) kalau kamu perlu mengeditnya di Word, atau PDF kalau suratnya siap dikirim.

Bagian-Bagian Surat dan Cara Mengisinya

Tempat dan tanggal. Tulis kota tempat kamu membuat surat dan tanggal lengkap, misalnya “Jakarta, 12 Oktober 2026”. Tulis bulannya dengan huruf, bukan “12/10/2026”.

Lampiran dan perihal. Lampiran memuat jumlah berkas yang kamu sertakan. Perihal memuat maksud surat dalam satu baris, misalnya “Lamaran Pekerjaan sebagai Staf Administrasi”. Di lamaran ke usaha kecil, baris lampiran boleh dilewatkan dan berkas disebut di akhir surat.

Tujuan surat. Mulai dengan “Yth.”, lalu nama penerima, nama perusahaan, dan alamatnya. Kalau iklan lowongan menyebut nama atau bagian tertentu, pakai itu. Kalau tidak ada, “Yth. Bapak/Ibu Bagian Personalia” masih umum dipakai.

Pembuka. Kalimat pertama sebaiknya menyebut posisi yang kamu lamar dan dari mana kamu tahu lowongannya. Contohnya:

Berdasarkan informasi lowongan yang saya baca di [situs lowongan atau media sosial] pada [tanggal], saya mengajukan diri untuk mengisi posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan].

Isi: posisi, sumber lowongan, dan kecocokan. Bagian ini menjawab satu pertanyaan, yaitu kenapa kamu cocok untuk posisi ini. Ambil satu atau dua syarat dari iklan lowongan, lalu sebutkan pengalaman atau keterampilanmu yang memenuhinya. Ceritakan hal yang memang pernah kamu kerjakan, lengkap dengan lamanya. Daftar riwayat lengkap cukup ada di CV, jadi surat tidak perlu mengulang semuanya. Cara menyusun CV-nya ada di halaman cara membuat CV lamaran kerja.

Penutup. Nyatakan kesediaanmu mengikuti seleksi, sebut kontak yang bisa dihubungi, lalu ucapkan terima kasih. Contohnya:

Saya bersedia mengikuti proses seleksi sesuai jadwal yang ditentukan. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Tanda tangan. Tulis “Hormat saya,” lalu beri ruang kosong untuk tanda tangan dan ketik nama lengkapmu di bawahnya. Kalau surat dikirim sebagai PDF, tanda tangan basah di kertas yang dipindai juga bisa, tetapi bukan keharusan kecuali iklan memintanya.

Kalau Kamu Melamar ke Usaha Kecil

Contoh B lebih pendek dan lebih langsung daripada contoh A. Pembaca lamaran di usaha kecil kemungkinan pemilik yang juga melayani pembeli, jadi isinya diarahkan ke hal praktis:

  • Sebut tempat kamu melihat lowongan: WhatsApp, Instagram, atau papan di depan toko.
  • Sebut tempat tinggalmu dan jarak ke lokasi usaha, karena jarak berpengaruh pada jam kerja yang tetap.
  • Tulis pekerjaan nyata yang pernah kamu lakukan, misalnya menjaga warung keluarga, mencatat pesanan jualan online, atau memegang kas.
  • Sebut kesediaan jam kerja dan kapan kamu bisa mulai.
  • Tawarkan datang untuk wawancara atau percobaan kerja.

Isi suratnya tetap memakai bahasa surat yang sopan. Hanya panjangnya yang dipangkas.

Cara Mengirim lewat Email atau WhatsApp

Kirim surat dan CV sebagai PDF supaya tata letaknya tidak berubah di perangkat penerima. Beri nama berkas yang jelas, misalnya Surat-Lamaran-Nama-Lengkap.pdf.

  • Email: isi subjek dengan posisi dan namamu, misalnya “Lamaran Staf Administrasi - Nama Lengkap”. Isi badan email cukup tiga atau empat kalimat, lalu lampirkan surat dan CV. Contoh C di dalam file sudah menyediakan naskahnya.
  • WhatsApp: kirim sapaan singkat yang menyebut posisi dan sumber lowongan, lalu kirim berkas PDF di bawahnya. Pakai bahasa sopan, bukan bahasa chat dengan teman.

Yang Perlu Diganti Sebelum Dikirim

  • Nama perusahaan dan nama posisi, sama persis dengan yang tertulis di iklan.
  • Nama penerima. Kalau kamu memakai surat yang sama untuk beberapa lamaran, bagian ini mudah terlewat.
  • Tanggal surat dan tanggal kamu melihat lowongan.
  • Pengalaman di bagian isi, supaya cocok dengan syarat lowongan yang ini. Jangan menulis pengalaman yang tidak pernah kamu jalani.
  • Nomor telepon dan alamat email, lalu pastikan keduanya aktif.
  • Daftar lampiran, sesuai berkas yang benar-benar kamu sertakan.

Catatan Pemakaian

  • Contoh ini hanya bentuk surat. Surat yang baik tidak menjamin kamu dipanggil, karena keputusan ada pada perekrutnya.
  • Semua data di file berupa penanda dalam [kurung siku]. Tidak ada nama atau nomor orang sungguhan.
  • Surat lamaran berisi data pribadimu. Kirim hanya ke alamat yang jelas milik perusahaan, dan waspadai lowongan yang meminta biaya atau data yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.