Template · Google Sheets

Template Daftar Inventaris Barang Usaha (Excel & Google Sheets)

Template daftar inventaris barang usaha gratis untuk Excel dan Google Sheets: catat peralatan, lokasi, kondisi, riwayat perbaikan, dan ringkasan nilai per kategori.

Template ini untuk kamu yang punya warung, kafe, toko, atau usaha lain dan ingin tahu persis peralatan apa saja yang dimiliki usahamu, ada di mana, dan masih layak pakai atau tidak. Daftar inventaris untuk usaha kecil adalah catatan barang milik usaha yang dipakai untuk berjualan, seperti etalase, freezer, timbangan, printer struk, rak, atau motor pengantar. Ini berbeda dari stok barang dagangan, yang dicatat di template kartu stok dan titik pesan ulang.

Apa yang Ada di Dalam

  • Sheet Daftar Inventaris: satu baris per jenis barang. Kolomnya kode barang, nama, kategori (dropdown), lokasi, tanggal beli, harga beli per unit, jumlah, kondisi (dropdown), penanggung jawab, dan catatan. Total nilai beli terhitung sendiri dari harga dikali jumlah. Kolom Cek Kode menandai kode barang yang ganda. Muat 100 baris.
  • Sheet Riwayat: catatan kejadian per barang: perbaikan, pindah lokasi, dijual, atau rusak. Kode barang dipilih dari dropdown dan nama barang terisi sendiri. Total biaya perbaikan tiap barang ditarik kembali ke kolom Biaya Perbaikan Tercatat di Daftar Inventaris. Muat 200 baris.
  • Sheet Ringkasan: terisi sendiri. Menampilkan jumlah jenis barang, total unit, total harga beli, dan biaya perbaikan, dirinci per kategori dan per kondisi. Ada baris selisih yang menyala merah kalau ada barang tanpa kategori atau kondisi.

Kategori yang tersedia: Peralatan Jualan, Elektronik, Furnitur, Kendaraan, dan Lainnya. Kondisi: Baik, Perlu Perbaikan, Rusak, dan Hilang. Template ini hanya mencatat harga beli. Tidak ada penyusutan dan tidak ada hitungan pajak.

Template sudah berisi tujuh barang contoh dari sebuah warung kafe fiktif dan empat catatan riwayat. Semuanya ditandai CONTOH, jadi hapus lalu isi dengan barang usahamu.

Cara Pakai

  1. Klik Salin ke Google Sheets, masuk dengan akun Google, lalu pilih Buat salinan. Salinannya masuk ke Google Drive-mu dan langsung bisa kamu edit. Kalau lebih nyaman memakai Excel, buka salinanmu lalu pilih File → Download → Microsoft Excel (.xlsx).
  2. Di Daftar Inventaris, hapus tujuh baris contoh lalu isi barang usahamu. Beri tiap barang kode unik, misalnya INV-001, INV-002. Kalau kamu punya beberapa unit yang sama dan dibeli bersamaan, cukup satu baris dengan jumlah lebih dari satu.
  3. Pilih kategori dan kondisi dari dropdown, lalu tulis nama orang yang bertanggung jawab atas barang itu.
  4. Tiap kali ada perbaikan, pemindahan, atau kerusakan, catat di Riwayat. Pilih kode barangnya, pilih kejadian, dan ketik biaya kalau ada.
  5. Kalau kondisi barang berubah, ubah sendiri kolom Kondisi di Daftar Inventaris. Lalu buka Ringkasan untuk melihat jumlah dan nilai per kategori dan per kondisi.

Contoh Hitungan: Inventaris Warung Kafe

Daftar contoh berisi 7 jenis barang dengan total 10 unit. Total harga belinya Rp15.770.000. Per kategori: Peralatan Jualan (etalase dan timbangan) Rp2.350.000, Elektronik (freezer, printer struk, blender) Rp4.570.000, Furnitur (rak) Rp1.350.000, dan Kendaraan (motor pengantar) Rp7.500.000.

Freezer contoh dua kali diperbaiki, Rp350.000 untuk thermostat dan Rp150.000 untuk freon, sehingga biaya perbaikan tercatatnya Rp500.000. Dari harga beli Rp3.500.000, artinya sekitar 14 persen harga belinya sudah keluar untuk perbaikan. Itu bahan untuk menimbang apakah freezer ini masih layak diperbaiki lagi. Per kondisi, 5 jenis barang Baik, 1 Perlu Perbaikan (freezer), dan 1 Rusak (blender senilai Rp420.000). Angka-angka ini fiktif.

Catatan Pemakaian

  • Angka yang dijumlahkan adalah harga beli, bukan nilai pasar sekarang. Barang yang dibeli dua tahun lalu tetap dihitung sebesar harga belinya.
  • Mengubah kondisi barang tidak otomatis. Kejadian Rusak di Riwayat tidak mengubah kolom Kondisi, jadi ubah dua-duanya.
  • Hanya kejadian Perbaikan yang dijumlahkan ke biaya perbaikan. Biaya pindah lokasi atau lainnya tidak ikut dihitung.
  • Kode barang yang sama di dua baris akan ditandai Kode ganda, dan biaya perbaikannya terhitung dobel. Perbaiki kodenya.
  • Barang yang sudah dijual atau dibuang tetap boleh dibiarkan di daftar sebagai catatan, atau kamu hapus barisnya setelah mencatatnya di Riwayat.
  • Foto barang dan nomor seri belum punya kolom khusus. Tulis di Catatan kalau perlu.