Biaya sebenarnya pakai aplikasi kasir bukan cuma angka langganan bulanan yang tertera di halaman harga. Ada printer struk, laci uang, kadang biaya top-up saldo untuk fitur tambahan — dan semuanya menumpuk di luar apa yang kelihatan pertama kali. Artikel ini merangkum harga resmi lima aplikasi kasir yang paling sering dipakai UMKM di Indonesia: Moka, Majoo, Qasir, Olsera, dan Kasir Pintar, dipantau langsung dari halaman harga masing-masing per 21 Agustus 2026.

Semua angka di bawah kami ambil dari halaman pricing resmi tiap vendor, bukan dari ringkasan blog pihak ketiga yang sering telat memperbarui angka setelah vendor menaikkan harga. Kalau kamu sedang membandingkan tiga sampai lima opsi sekaligus, urutan baca yang paling efisien adalah: pahami dulu pola harganya, baru masuk ke rincian per vendor di bawah.

Pola Harga Aplikasi Kasir

Sebagian besar aplikasi kasir di Indonesia memakai salah satu dari tiga pola harga. Kalau kamu paham polanya lebih dulu, membaca daftar harga vendor jadi lebih cepat.

Pola pertama adalah gratis selamanya dengan batasan fitur — bukan uji coba yang berakhir setelah 14 atau 30 hari. Qasir dan Kasir Pintar menawarkan versi ini. Kamu bisa mencatat transaksi tanpa bayar sepeser pun, tapi laporan lanjutan, jumlah produk, atau jumlah staf biasanya dibatasi.

Pola kedua adalah langganan bulanan per outlet, biasanya dengan beberapa tingkatan paket. Moka dan Majoo memakai pola ini — harga dikalikan jumlah cabang yang kamu operasikan, dan makin tinggi paketnya makin banyak fitur manajemen karyawan, laporan, atau integrasi yang terbuka.

Pola ketiga adalah langganan tahunan yang dipecah jadi tarif per bulan untuk keperluan perbandingan. Olsera memakai skema ini secara eksplisit; Qasir Pro juga menagih tahunan meski ditampilkan sebagai “per bulan” di halaman harganya. Bedanya penting: kamu harus siap membayar di muka untuk satu tahun penuh, bukan mencicil bulanan seperti Moka atau Majoo.

Rincian Biaya per Vendor

Berikut angka yang terbaca langsung dari halaman harga resmi tiap vendor per 21 Agustus 2026. Harga dapat berubah sewaktu-waktu — selalu cek ulang ke halaman resmi sebelum memutuskan berlangganan.

Moka

Moka menawarkan tiga paket, semuanya dihitung per outlet per bulan: Basic Rp299.000, Pro Rp499.000, dan Enterprise Rp799.000 (moka.co.id). Basic sudah mencakup kasir digital, laporan real-time, manajemen stok, dan QRIS untuk sampai 5 karyawan per outlet. Pro menambah menu digital lewat QR dan manajemen meja — pas untuk kafe atau resto yang mulai ramai. Enterprise membuka pendampingan account manager, cocok untuk jaringan outlet yang sudah punya tim operasional sendiri. Untuk usaha rumahan satu meja kasir, paket Basic biasanya sudah cukup; jangan buru-buru naik ke Pro hanya karena “nanti juga butuh”.

Majoo

Majoo punya empat tingkatan: Starter Rp249.000, Advance Rp499.000, Prime Rp999.000 per outlet per bulan, dan Prime+ dengan skema konsultasi harga khusus (majoo.id). Starter mencakup kasir online, inventori dasar, dan QRIS untuk satu outlet — pas untuk usaha yang baru mau lepas dari pembukuan manual. Advance membuka multi-outlet dan akuntansi lengkap, jadi masuk akal begitu kamu punya cabang kedua. Prime menambah otomasi seperti kitchen display dan self-order yang biasanya baru relevan untuk resto dengan volume transaksi tinggi. Majoo termasuk yang paling agresif membundel fitur non-kasir — kalau kamu cuma butuh mencatat penjualan, paket termahalnya bakal terasa berlebihan.

Qasir

Qasir memakai dua tingkat: Free tanpa biaya, dan Pro seharga Rp66.780 per bulan yang ditagih tahunan (qasir.id). Versi Free sudah mencakup akun dan produk tanpa batas plus laporan penjualan dasar, tapi riwayat transaksi cuma tersimpan 30 hari terakhir. Pro membuka pajak per produk, izin akses staf, modifier menu, dan riwayat transaksi tanpa batas. Untuk warung atau kios yang baru migrasi dari catatan tulis tangan, versi Free Qasir adalah titik masuk paling ringan di daftar ini — tinggal pertimbangkan naik ke Pro kalau laporan 30 hari sudah kerasa kurang.

Olsera

Olsera menjual tiga paket dalam skema tahunan: Basic Rp1.288.000/tahun, Premium Rp1.988.000/tahun, dan Pro Rp2.688.000/tahun, belum termasuk PPN (olsera.com). Dibagi 12, itu setara kira-kira Rp107 ribu, Rp166 ribu, dan Rp224 ribu per bulan — lebih murah dari Moka atau Majoo di kelas fitur yang sebanding, dengan syarat kamu sanggup bayar di muka setahun. Basic sudah mencakup POS Android/Windows dan integrasi GrabFood. Premium membuka POS iOS dan integrasi akuntansi. Pro menambah integrasi marketplace, absensi wajah, dan dashboard multi-cabang — masuk akal untuk usaha yang sudah mengarah ke waralaba kecil.

Kasir Pintar

Kasir Pintar juga punya versi gratis dengan batas 1.000 data produk dan satu pengguna, lalu Pro seharga Rp666.000 per tahun atau setara sekitar Rp55 ribu per bulan (kasirpintar.co.id) — termasuk yang termurah di antara paket berbayar pada daftar ini. Pro membuka transaksi tanpa batas, hingga 10.000 data produk, lebih dari 10 jenis laporan, dan lima akun staf sekaligus. Ada juga paket bundling dengan plugin tambahan (mis. Paket Hemat Bisnis, Rp1.133.000/tahun) untuk usaha yang butuh modul khusus di luar kasir standar. Cocok untuk toko kelontong atau ritel kecil yang mau naik level dari versi gratis tanpa keluar biaya besar.

Ringkasan cepat harga termurah tiap vendor

Kalau kamu cuma mau tahu titik masuk termurah tiap aplikasi sebelum membaca detail fiturnya, ini rangkumannya per 21 Agustus 2026:

  • Qasir — gratis, atau Rp66.780/bulan (Pro, ditagih tahunan)
  • Kasir Pintar — gratis, atau setara ±Rp55.000/bulan (Pro Rp666.000/tahun)
  • Olsera — setara ±Rp107.000/bulan (Basic Rp1.288.000/tahun, belum PPN)
  • Majoo — Rp249.000/bulan per outlet (Starter, belum PPN)
  • Moka — Rp299.000/bulan per outlet (Basic)

Urutan ini bukan urutan “mana yang terbaik” — paket termurah biasanya juga paling terbatas fiturnya. Anggap ini titik awal, lalu cocokkan dengan kebutuhan riil dari rincian per vendor di atas.

Biaya yang Sering Kelewat

Angka langganan di atas baru separuh cerita. Biaya yang bikin anggaran meleset biasanya justru datang dari luar aplikasi.

Hardware adalah yang paling sering luput dari hitungan awal. Printer struk thermal, laci uang otomatis, dan barcode scanner semuanya perangkat tambahan yang dibeli terpisah dari langganan software — sebagian vendor menjualnya sebagai bundel, sebagian lagi membebaskan kamu memakai merek apa saja selama kompatibel. Kalau usahamu sudah punya tablet atau ponsel yang layak pakai, kamu bisa menunda pembelian hardware ini sampai benar-benar dibutuhkan.

Biaya tersembunyi lain yang sering kelupaan: PPN yang belum termasuk di harga tercantum (berlaku untuk hampir semua vendor di atas), biaya top-up untuk fitur tambahan (Majoo dan Kasir Pintar sama-sama menjual add-on/plugin terpisah dari paket utama), dan potensi biaya migrasi data kalau kamu pindah dari aplikasi lama. Untuk transaksi non-tunai, cek juga biaya MDR QRIS yang berjalan terpisah dari langganan aplikasi kasir — sudah dibahas detail di artikel biaya MDR QRIS UMKM.

Satu hal lagi yang praktis: kalau usahamu masih menulis nota manual untuk pelanggan yang minta bukti transaksi di luar sistem kasir, generator nota online bisa jadi jalan pintas tanpa perlu instal aplikasi tambahan.

Cara Memilih Sesuai Skala

Jangan pilih paket termahal hanya karena fiturnya paling lengkap di atas kertas. Sesuaikan dengan jumlah outlet, jumlah karyawan, dan seberapa rumit alur transaksimu hari ini — bukan proyeksi tiga tahun ke depan.

Untuk usaha satu lokasi yang baru mulai digitalisasi, versi gratis Qasir atau Kasir Pintar adalah titik awal paling masuk akal. Biayanya nol, dan kamu bisa merasakan dulu apakah aplikasi kasir memang mengubah cara kerja hari-harimu sebelum berkomitmen bayar bulanan.

Kalau usahamu bergerak di F&B dengan meja dan pesanan yang perlu diatur, paket menengah Moka atau Majoo lebih relevan dibanding kompetitor yang fokus ritel murni. Sebaliknya, untuk ritel atau jasa dengan beberapa cabang, Majoo Advance atau Olsera Premium punya fitur multi-outlet yang memang dirancang untuk kebutuhan itu.

Ada cara sederhana menghitung biaya tahun pertama sebelum memutuskan: kalikan harga bulanan paket yang kamu incar dengan 12, tambahkan PPN kalau vendornya belum memasukkannya, lalu tambahkan estimasi hardware sekali beli (printer struk dan laci uang, kalau belum punya). Untuk satu outlet kecil dengan paket entry-level, total tahun pertama biasanya jatuh di kisaran Rp700 ribu sampai Rp4 jutaan tergantung vendor dan kelengkapan hardware — jauh dari gambaran “gratis” yang sering dipromosikan tanpa disclaimer batasan fiturnya.

Untuk perbandingan fitur lebih dalam antara tiga nama paling populer, baca perbandingan Moka, Majoo, dan Qasir — artikel itu membedah kecocokan tiap aplikasi berdasarkan jenis usaha, bukan cuma harga. Kalau kamu masih menimbang opsi gratis lebih lanjut, daftar aplikasi kasir gratis untuk UMKM merangkum lima pilihan sekaligus.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah semua aplikasi kasir di atas punya versi gratis?

Tidak semua. Qasir dan Kasir Pintar punya versi gratis permanen dengan batasan fitur. Moka, Majoo, dan Olsera tidak menampilkan tingkatan gratis di halaman harga resminya — yang tersedia adalah masa uji coba terbatas untuk sebagian vendor.

Harga yang tertulis sudah termasuk pajak atau belum?

Sebagian besar belum. Majoo dan Olsera secara eksplisit mencantumkan “harga belum termasuk PPN” di halaman resminya. Selalu cek total tagihan saat checkout, bukan hanya angka yang tertera di kartu paket.

Kalau usaha masih satu meja kasir, perlu langsung berlangganan paket berbayar?

Tidak perlu. Mulai dari versi gratis Qasir atau Kasir Pintar dulu untuk memastikan alur kerjanya cocok dengan kebiasaan tokomu. Naik ke paket berbayar begitu batasan versi gratis (jumlah laporan, riwayat transaksi, atau jumlah staf) benar-benar terasa menghambat operasional harian.