WhatsApp marketing adalah promosi ke pelanggan lewat chat WhatsApp, dan di aplikasi WhatsApp Business ada empat jalurnya: pesan satu per satu, daftar siaran, pesan marketing berbayar, dan katalog. Semuanya punya syarat yang sama di belakangnya, yaitu penerima memang setuju dihubungi. Tanpa itu, nomor toko bisa dilaporkan, dibatasi, dan akhirnya diblokir.

Isi artikel ini dibaca dari halaman resmi WhatsApp per 13 Oktober 2026. Nama menu dan ketersediaan fitur berbeda antar akun dan negara, jadi cocokkan dengan tampilan di aplikasimu sendiri. Mengelola chat pesanan yang sudah masuk, termasuk memakai label untuk status order, dibahas terpisah di kelola chat jualan dari banyak kanal.

Izin penerima: syarat dasar promosi di WhatsApp

Kebijakan resmi WhatsApp Business Messaging Policy (buka di tab baru) (terakhir diperbarui 23 September 2026) menyebut bisnis hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomor teleponnya dan menyatakan setuju menerima pesan lanjutan dari bisnis itu. Cara mendapat persetujuan itu menjadi tanggung jawab bisnis. Kebijakan yang sama menganjurkan persetujuan terpisah untuk tiap kategori pesan, dan menyebut pengguna bisa memblokir atau melaporkan bisnis.

Panduan penggunaan WhatsApp secara bertanggung jawab (buka di tab baru) menjabarkan sisi praktisnya. Kirim pesan hanya ke kontak yang menghubungimu lebih dulu atau yang meminta dihubungi. Jangan memakai daftar kontak yang bukan milikmu, dan jangan mengirim pesan massal atau otomatis. WhatsApp menyebut memakai teknologi pembelajaran mesin dan laporan pengguna untuk mendeteksi akun yang melanggar.

Untuk toko kecil, kontak yang memenuhi syarat izin biasanya datang dari tiga tempat: pembeli yang pernah chat dan order, pelanggan yang mengisi nomor di nota atau formulir dengan catatan jelas bahwa nomornya dipakai untuk info promo, dan orang yang mengetuk tautan chat WhatsApp toko (buka di tab baru) lalu menulis duluan. Pada kasus kedua, tulis di formulir apa yang akan dikirim dan cara berhenti menerimanya, karena Pusat Bantuan WhatsApp meminta bisnis memberi petunjuk penolakan yang jelas dan menghormatinya.

Daftar siaran dan pesan marketing: dua hal yang berbeda

Daftar siaran mengirim satu pesan ke banyak kontak, tetapi menurut Pusat Bantuan hanya sampai ke pelanggan yang menyimpan nomor bisnismu di daftar kontaknya. Panduan penggunaan bertanggung jawab menambahkan bahwa pemakaian berulang bisa membuat orang melaporkan pesanmu, dan akun yang dilaporkan berkali-kali akan diblokir.

Pesan marketing (di beberapa negara disebut siaran bisnis) menjangkau pelanggan yang tidak menyimpan nomormu. Ini fitur berbayar. Halaman harganya (buka di tab baru) menyebut kamu membayar pesan yang tersampaikan dalam lima hari setelah dikirim, tarifnya mengikuti kode negara penerima, dan total biaya muncul di aplikasi sebelum checkout. Tarif rupiahnya tidak dikutip di sini karena tabelnya ada di halaman WhatsApp dan bisa berubah. Beberapa ketentuan lain dari panduan membuat pesan marketing (buka di tab baru):

  • Semua pesan butuh minimal satu foto, dan boleh memuat tombol seperti Lihat katalog, Ketuk untuk membalas, Panggilan Telepon, atau Situs web.
  • Pesan melewati tinjauan Meta sebelum terkirim. Kalau ditolak, kamu diberi tahu beserta panduan memperbaikinya.
  • Nama penerima bisa disisipkan otomatis.
  • Fitur ini hanya tersedia di negara tertentu. WhatsApp sendiri menulis bahwa fitur ini mungkin belum tersedia untukmu, jadi cek menu Pesan marketing atau Siaran bisnis di aplikasimu.

Pesan siaran lama bisa diubah jadi pesan marketing lewat spanduk di grup siaran, dengan audiens otomatis diatur ke pelanggan yang belum pernah menerima siaranmu. Detailnya ada di panduan mengubah daftar siaran (buka di tab baru).

Pembatasan yang bisa menimpa nomor toko

Halaman bantuan Tidak Bisa Mengirim Siaran Bisnis (buka di tab baru) menjelaskan urutannya. Kalau banyak penerima melaporkan atau memblokir akunmu karena pesan yang tidak diinginkan, akun mendapat peringatan. Kalau spam berlanjut, siaran bisnis ditangguhkan tiga hari tanpa jalur banding. Penerima yang terus melapor setelah pemulihan bisa memicu pembatasan lagi, dengan penangguhan yang lebih lama.

WhatsApp menyarankan beberapa cara menekan risikonya: kirim hanya ke yang setuju, hapus kontak lama yang tidak pernah berinteraksi, pastikan isi pesan sesuai dengan yang mereka setujui, dan jangan langsung mengirim ke kontak yang sama setelah akun dipulihkan. Kebijakan bisnis WhatsApp juga menyebut sistemnya dapat membatasi jumlah pesan yang boleh dikirim bisnis demi menjaga kualitas percakapan.

Fitur WhatsApp Business yang membantu promosi

Daftar ini mengikuti halaman produk WhatsApp Business (buka di tab baru) dan artikel Pusat Bantuan masing-masing.

  • Profil bisnis. Berisi nama, alamat, kategori (sampai 3), deskripsi, email, situs, dan jam kerja. Profil yang lengkap, menurut panduan profil (buka di tab baru), mengurangi pertanyaan seperti jam buka.
  • Katalog. Tiap item boleh memuat sampai 10 gambar, nama, negara asal, dan opsional harga serta deskripsi. Item baru tampil ke pelanggan setelah disetujui WhatsApp, lewat panduan katalog (buka di tab baru).
  • Balasan cepat. Pintasan untuk pesan yang sering dikirim, diketik dengan awalan ”/”. Maksimal 50 balasan tersimpan, menurut panduan balasan cepat (buka di tab baru). Aplikasi juga membuat balasan bawaan dari data profil, misalnya jam kerja dan alamat.
  • Salam. Pesan otomatis ke pelanggan yang chat pertama kali, atau setelah 14 hari tidak ada percakapan, lewat panduan salam (buka di tab baru).
  • Pesan tidak di tempat. Balasan otomatis yang bisa dijadwalkan di luar jam kerja, asalkan jam kerja sudah diisi di profil, sesuai panduan pesan tidak di tempat (buka di tab baru).
  • Label atau daftar. Mengelompokkan pelanggan, maksimal 20. Di sebagian akun label kini bernama daftar. Daftar bisa menjadi audiens siaran bisnis.
  • Iklan yang mengarah ke WhatsApp. Halaman produk menyebut adanya iklan klik-ke-WhatsApp, tanpa merinci biayanya. Biayanya perlu dicek langsung di halaman iklan Meta.

Verifikasi Meta juga disebut di panduan profil sebagai langganan yang memungkinkan bisnis memperbarui nama dan foto profil asetnya lewat peninjauan. Halaman yang dibaca tidak menyebut harganya.

Gambar dan teks promo untuk pesan atau katalog bisa dibuat dengan alat AI gratis untuk konten promosi. Hasilnya tetap harus kamu cek sendiri sebelum dikirim.

Template pesan siap salin untuk toko kecil

Isi tanda kurung siku dengan data tokomu, lalu simpan sebagai balasan cepat supaya tinggal ketik pintasannya. Contoh di bawah memakai angka karangan: kaos Rp85.000, diskon jadi Rp75.000, dua kaos Rp150.000, ongkir Rp15.000, total Rp165.000.

1. Sambutan (pintasan /halo, bisa jadi isi Salam)

Halo Kak, terima kasih sudah chat [Nama Toko]. Kami buka [jam buka]. Kakak bisa lihat produk di katalog, atau langsung kirim nama barang yang dicari.

2. Info promo dan katalog (kirim hanya ke pelanggan yang setuju menerima promo)

Halo Kak [Nama], ada promo di [Nama Toko] sampai [tanggal]: kaos [model] dari Rp85.000 jadi Rp75.000. Stok [jumlah] pcs per ukuran. Katalog lengkap ada di profil kami. Kalau mau berhenti menerima info promo, balas STOP ya Kak.

3. Format order

Kak, untuk order mohon isi format ini: Nama penerima: Alamat lengkap + kode pos: Nomor HP: Produk, ukuran, jumlah: Ekspedisi yang diinginkan:

4. Konfirmasi pesanan dan rekening (/bayar)

Terima kasih Kak [Nama]. Pesanan: 2 kaos [model] x Rp75.000 = Rp150.000, ongkir Rp15.000, total Rp165.000. Pembayaran ke [Bank] [nomor rekening] a.n. [nama pemilik]. Setelah transfer, kirim bukti bayarnya ke chat ini ya Kak.

5. Pengingat tagihan (hanya untuk pembeli yang sudah order dan belum bayar)

Halo Kak [Nama], pesanan [nomor/pesanan] total Rp165.000 masih menunggu pembayaran. Kalau sudah transfer, mohon kirim bukti bayarnya. Pesanan kami simpan sampai [tanggal dan jam]. Kalau batal, kabari saja Kak.

6. Ucapan terima kasih setelah barang sampai

Terima kasih Kak [Nama], pesanan sudah sampai ya. Kalau ada yang kurang sesuai, kabari kami di chat ini. Kalau cocok, ulasan Kakak sangat membantu toko kecil kami.

Pesanan yang masuk dari chat sebaiknya dicatat di satu daftar order supaya tidak ada yang terlewat.